BRAVERY TO THINK

Wahai para manusia, mahkluk ciptaan Allah SWT yang mempunyai akal dan nafsu sadarkah kita bahwa sampai detik ini juga kita masih diberi nafas gratis oleh Allah SWT. Selalukah kita bersyukur bila kita masih dapat melihat keindahan alam semesta ataukah kita masih selalu ingat Allah bila setiap gerakan itu semata-mata milik Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang. Sekali lagi ingatlah wahai manusia tiada bandingan bagi-Nya tuhan semesta alam.

Saat ini kita berada dalam masa yang kita anggap kehidupan moderen dimana semua pertukaran informasi berlangsung begitu cepat sehingga muncul anggapan baru bahwa dunia semakin sempit dalam hal informasi. Berkaca hal hal itu marilah kita pikirkan kembali sejauh manakah keikutsertaan kaum muslimin di zaman sekarang? Rasulullah pernah bersabda bahwa sebelum hari kiamat ada tanda-tanda yang yang dapat dilihat salah satunya adalah tidak tegaknya ajaran Nabi Muhammad SAW di muka bumi ini.

Apa yang harus dilakukan pada saat ini? Mungkin banyak cara untuk mengatasi masalah tersebut. Satu diantaranya yaitu harus ada pemikiran baru atau gagasan yang cemerlang di generasi yang akan datang khususnya yang masih dijenjang pendidikan seperti saya pribadi. Pemikiran baru sangat dibutuhkan bagi semua umat manusia yang mulai terlihat jenuh akan kehidupan ini. Pemikiran yang dapat dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan moderen saat ini.

Selama ini kita lihat umat islam masih belum satu padu, ditandai dengan munculnya golongan golongan, saling hasut menghasut. Dengan seenaknya mereka mengolok olok kaum sendiri tanpa berpikir panjang yang nantinya akan menyebabkan perpecahan. Apakah ini yang diharapkan Rasulullah pada waktu mendakwahkan islam? Padahal Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujarat (49):11

Mampukah kita melakukan hal tersebut sehingga kita semua menjadi manusia yang dapat mengangkat harkat dan martabat kehidupan manusia. Jawabannya adalah iya. pepatah mengatakan �yakinlah pada dirimu maka kamu dapat melihat keyakinan itu didepan matamu�. Wahai para pemberani keluarlah kamu dari sarangmu! Tunjukkan keberanianmu dalam melawan hidup yang penuh tantangan ini.

Kehidupan di dunia ini terdiri dari berbagai macam persoalan. Persoalan yang paling mencolok sekarang yaitu krisis keuangan yang menimpa seluruh negara belahan dunia. Hampir seluruh rancangan keuangan yang telah disusun rapi hancur berantakkan nilai tukar mata uang yang terus merosot, nilai ekspor menurun, dan mengakibatkan ribuan bahkan jutaan karyawan di PHK atau menjadi pengangguran. Wahai para generasi selanjutnya ini merupakan salah satu tantangan besar bagi kita. Tanamkan didalam diri kita masing masing kita pasti bisa mengembalikkan keadaaan ini menjadi lebih baik bahkan yang terbaik dari sebelum sebelumnya. Kita naikkan nilai ekspor, kita kurangi nilai impor ke dalam negeri, pembangunan pendidikan yang mumpuni, pelayanan kesehatan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, dll. Bagaimana caranya? Ya tentu saja dengan berani dengan berfikir cemerlang, bertindak, menghasilkan dan selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan. Janganlah kita cepat putus asa, janganlah kita tercerai berai dan janganlah kita bekerja sendiri sendiritanpa mau bekerja sama. Satu batang lidi akan sangat mudah dipatahkan berbeda dengan banyak batang lidi.

Yang pertama adalah berani dengan berfikir cemerlang. Anda pasti bertanya tanya mengapa berani berhubungan dengan berfikir cemerlang? Kita semua pasti tahu ilmuwan yang bernama Albert Einstein. Dulu jauh sebelum dia menjadi ilmuwan, dia pernah dikeluakan dari sekolahnya karena dianggap gila atau bisa dibilang tidak waras. Namun tidak ada yang menyangka bahwa dia memiliki pemikiran yang sangat berani yang bertentangan pada waktu itu, sehingga mengubah pemikiran fisika klasik para ilmuwan yang masih menganggap foton listrik itu berupa gelombang dengan konsep foton listrik yang menyatakan bahwa foton itu terdiri atas paket paket seperti serbuk serbuk batang kapur yang digerus sedikit demi sedikit. Sedangkan orang yang orang yang tidak memiliki keberanian untuk berfikir cemerlang hanya bisa memikirkan dirinya sendiri, bekerja sendiri sendiri. Selayaknya para koruptor yang katanya mempunyai nyali yang besar untuk membangun negara ini tapi sebenarnya dia sangat lemah. Sebaliknya dia sangat berani mengeruk dan menguras kas negara yang diperuntukkan bagi rakyatnya dengan sembunyi sembunyi seperti tikus yang selalu lapar untuk. Itu semua dilakukan demi kepentingan sendiri tanpa memikirkan nasib rakyatnya yang terkatung katung bagaikan kertas yang dihempaskan angin.

>>>>BERSAMBUNG<<<<<

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s