I Say Good Morning

Well the current weather temperature here is 26*C. Nice weather untuk cuci baju. 😀

Akhirnya saya kembali lagi di kota dingin setelah satu bulan kemarin saya habiskan holiday 200km dari kota ini. Kali ini liburannya terasa cukup singkat ya? Padahal tetangga-tetangga sebelah sering tanya, “Loh, belum masuk kuliah, Ping?”  Tetangga saya kayaknya klo sudah tanya-tanya seperti ini berharap banget saya liburannya sebentar, padahal kan saya cuma pulang satu semester sekali… huhuhu

Sekembalinya saya di dormitory, suasana tampak berbeda dari biasanya. Kali ini our dormitory tampak sepi. Ukuran sepi yaitu satu kamar cuma min diisi satu orang (biasanya 2 – 3 orang). Karena sepi dan keadaan saya yang cukup terkuras selama perjalanan, sisa hari itu saya isi dengan kegiatan ringan dan istirahat. Keesokan harinya baru buka laptop dan memposting tulisan di blog.

Di blog saya yang lain, saya memposting sebuah cerita yang saya beri judul ‘Liburanku Seharga 100$’. Well, the sound was heard interesting. Yap, dari semua cerita tentang liburan, cerita itulah yang menarik bagi saya selama liburan kemarin, sehingga saya jadikan judul saja.

Ceritanya cukup sederhana. Setiap sore hingga malam hari saya mengajar les anak-anak sekolahan dari TK sampai SMP. Bukan perkara yang mudah lho untuk mengajar, terutama sekali jika sang anak itu otaknya masih terbitan pentium 1/2. Haduuhh,,, klo udah ketemu masalah yang kayak gini, alamat cepet jengkel plus kesel.. hahaha. Tapi, profesional seorang pengajar dilihat dari kesabarannya lho! haha… cukup dengan sabar (dibentak dikit biar nurut ^^) dan telaten semuanya terlewati

Menjadi pengajar 4 hari dalam sepekan selama 4 pekan bagi saya tidak menguras energi kok. Saya senang sekali bisa mengajar, apalagi klo muridnya masih kecil-kecil dan imut-imut kayak telur asin.  Saya serasa paling menjadi sorotan bagi mereka. Mungkin mereka terkagum-kagum dengan kehebatan saya dalam menjawab soal-soal matematika kelas 1 SD. ^^ atau mereka juga terheran-heran kok bisa ya kakak ini menjawab soal-soal bahasa arab yang menurut mereka susah sekaleeee… hahaha! Ya, namanya juga anak kecil, mungkin mereka masih belum mengerti bahwa saya dulu juga pernah seperti mereka. Pokoknya menjadi pengajar itu serasa menjadi orang pintar yang tahu berbagai hal. Intinya jangan kuatir nggak bisa, yakinkan bahwa kita bisa. Dan hal itu terbukti semua anak-anak kecil itu tersihir dengan kehebatan saya… hahahahhaha ^^

Pernah suatu ketika saya menjadi pengajar satu-satunya. Pengajar yang lain sedang ada urusan. Mending masih satu hari, lah ini satu minggu lebih. Bisa dibayangkakan bagaimana repotnya mengajari kurcaci-kurcaci itu? Saya harus membantu menyelesaikan pekerjaan rumah mereka dari sd sampe smp, mengajarkan iqra’ dan al qur’an, mengajarkan soal-soal unas, dan mengajarkan soal-soal olimpiade bagi yang  sedang mengikuti lomba.. Disaat saya mengajarkan anak satu, anak yang kedua memanggil, anak yang ketiga manggil saya juga, dan tak ketinggalan anak-anak kelima, keenam, ketujuh dst…  waduuuhh.. pokoknya bisa stress bagi yang nggak sanggup. Untungnya selama sma dulu saya sudah pengalaman mengajar selama tiga tahun. Jadi basic itu sedikit banyak membantu saya dalama menghadapi kurcaci-kurcaci ini.

Hingga suatu ketika, saya dipanggil oleh pemilik les ini (yang tak lain dan tak bukan adalah ibu saya sendiri). Biasanya setiap liburan entah itu liburannya cuma satu hari, satu minggu atau satu bulan pasti saya membantu ibu saya mengajar. Tujuannya yaitu selain membantu ibu saya, juga saya senang sekali kalo sudah dekat anak-anak. Namun, kali itu saya dipanggil bukan untuk membantu akan tetapi saya dikasih fresh money 1.000.000 plek! Kaget bukan kepalang. Karena biasanya memang saya tidak pernah mengharap imbalan. Saya tidak tahu jalan pikiran ibu saya. Sempat saya berpikir “ah uang ini pasti uang saku saya”. Tetapi saya dibuat kaget 2 kali, ibu saya berkata “Uang sakumu bukan yang ini, uang ini uang terima kasih karena kamu sudah membantu ibu”. glek! saya terharu sekali mendengarnya. Saat itu juga saya langsung mengambil posisi sujud syukur dan mendoakan agar kebaikan ibu saya bisa dibalas oleh Allah SWT.

Well, inti tulisan “liburanku seharga 100$” adalah kebaikan dari seorang ibu. Seorang ibu yang selalu menyayangi anaknya. Terima kasih ibu! Semoga engkau mendapatkan balasan dari-Nya. Amiin..

The last point, Kehidupan tak semudah yang dibayangkan jika kita tidak mempermudah diri kita sendiri untuk membayangkan. Ada banyak jalan menuju roma dan ada banyak jalan juga menuju ethiopia! Tinggal pilih.

I would say Good Morning!

Untuk teman-teman yang mau ngasih komentar bisa di klik tombol merah di bawah
(ada tombol merah dengan tulisan No Responses)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s