Seminar Tantangan Pemikiran Islam

Mungkin tulisan ini sedikit terlambat dalam penayangannya. Tapi memang sudah dasarnya ingin bercita-cita menjadi penulis mau tidak mau, telat atau bagaimanapun harus tetap menulis agar tidak menjadi malas yang berkelanjutan.

Kali ini saya akan hanya akan bercerita tentang  kegiatan saya pada saat mengisi acara Seminar ‘Tantangan Pemikiran Islam’ di Universitas Brawijaya yang diisi oleh para pembicara intelektual islam muda yang sedang menempuh jenjang S2 di ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor – Ponorogo. Para pembicaranya adalah :

1. Shofwan Hafidz, membawakan materi tentang ‘Pemikiran Ushul Fiqh Imam Syafi’i’
2. Arif Maulana, membawakan materi tentang ‘Konsep Tuhan Menurut Islam dan Agama-agama’
3. Ryandi el-Maydani, membawakan materi ‘Pluralisme Liberal vs Toleransi Islam’
4. Toni Zhen Safarullah, membawakan materi ‘Pernikahan Beda Agama Dalam Perspektif Agama-agama’, dan
5. Rudi Purwanto, membawakan materi ‘Keistimewaan Ahl Kitab Dalam Negara Islam’

Kegiatan yang dilangsungkan pada tanggal 18 Maret 2012 ini sudah kami (Panitia) siapkan hampir selama 2 minggu sebelumnya. Panitia yang biasanya ditunjuk adalah berasal dari ITCON, namun untuk tahun ini yang ditunjuk adalah Pesantren Mahasiswa Firdaus – Malang

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 ini langsung dipimpin oleh saya sendiri. Cukup kaget juga ketika awal-awal membuka acara karena sudah hampir 3 bulan tidak pernah mengisi acara. Namun perlahan secara pasti saya terbiasa juga dengan kondisi tersebut (Alhamdulillah).

Ada tiga sambutan saat itu, yang pertama adalah sambutan dari ketua panitia kami yaitu saudara Awaluddin Malik R. Beliau lebih berfokus untuk mengucapkan terima kasih kepada semua audiens dan para panitia yang telah mensukseskan acara ini. Kemudian sambutan kedua yaitu perwakilan dari ITCON, yang diwakilkan oleh ust. Hasan yang menekankan bahwa menuntut ilmu adalah keharusan dari setiap manusia. Terutama fokus pada ilmu yang akan didapatkan pada seminar itu. Sambutan ketiga berasal dari ISID yaitu ust. Khalid Muslih. Beliau lebih banyak menerangkan apa itu ISID dan latar belakang kegiatan seminar kali itu.

Setelah ketiga sambutan disampaikan kepada para tamu undangan maka agenda selanjutnya adalah masuk kepada acara inti yaitu Seminar ‘Tantangan Pemikiran Islam’. Seminar kali itu langsung dipimpin sendiri oleh seorang moderator yang juga berasal dari ISID yaitu Riyanto.

Sedikit banyak saya mencatat, ternyata banyak sekali ilmu yang saya dapat pada saat seminar kali itu. Saya merasa harus lebih banyak lagi mendalami ilmu agama. Mungkin dari judul diatas sepele akan tetapi saya seakan-akan menjadi kelas satu kembali yang hanya bisa terbengong-bengong melihat kehebatan pemateri menyampaikan materinya. Bahkan saking hebatnya isi materi yang disampaikan sampai-sampai para audiens begitu antusias untuk mengajukan pertanyaan (saya hitung ada total 13 pertanyaan). Pertanyaannya pun tidak main-main sampai ada pemateri yang berkata ‘Saya tidak mengira jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan diluar dugaan saya’. Ini menunjukkan bahwa seminar kali itu sangatlah bagus!

Sayangnya, karena memang kegiatan kali itu diadakan cukup singkat yaitu hanya 4 jam maka catatan saya tidak begitu rapih. Tapi ada satu quote yang menarik saya untuk saya kutip “Don’t love the one who doesn’t love Allah, if they can leave Allah they will leave you” – ini saya kutip dari materi keempat.

Well, acara pun selesai pada pukul 13.30 dan saya katakan pada diri saya ini bisa menjadi kredit poin bagi saya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s