Saya Lebih Suka Orang Biasa Manfaat Daripada Orang Pintar Tidak Manfaat

Pernah dengar tidak bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang ditularkan kepada orang lain? Pasti pernah dong… Baiklah, kali ini saya ingin menulis tentang hal itu, mumpung tangan saya sedang gatel-gatelnya!!! haha..

Saya akan ambil sebuah permisalan. Misalkan ada orang yang pintar sekali matematika. Setiap ada pelajaran matematika dia selalu menjadi orang yang paling bersemangat untuk mengerjakannya. Yang ada dibenaknya adalah bagaimana agar soal-soal matematika bisa terjawab dengan benar semua.Ya, namanya aja orang orang pintar, dia selalu mendapatkan nilai sesuai dengan harapannya. Kemudian seorang lagi adalah orang yang biasa-biasa saja, Matematika yang dia kuasai nggak bagus ya nggak jelek juga, pokoknya tengah-tengah dah…

Nah, perbedaannya disini. Ketika anak yang pintar itu dimintai bantuan oleh teman-temannya untuk menyelesaikan soal matematika, seakan-akan anak yang pintar itu semacam tersiksa,
“Ih, kerjakan sendiri dong” “Kan caranya gampang! tinggal gini-gitu” sambil acuh-tak acuh, atau
“Ntar, ntar, aku masih ada kerjaan lain” (menghindar)
Pernah nggak nemuin orang yang seperti itu? Klo saya sih pernah ^^ 

Ketika anak yang biasa-biasa dimintai bantuan, ia selalu bersemangat dan berusaha membantu seadanya sesuai dengan apa yang ia kuasai “Oh, setahuku caranya seperti ini.” Dia tidak berusaha menambah-nambahi atau mengurangi saat menerangkan. Dan hebatnya lagi, ia dengan suka cita mengajari teman-temannya yang butuh bantuannya. Di dalam benaknya “Ilmu saya tidak akan berkurang, malah akan bertambah”

Sudah tahu kan perbedaannya. Terus apa yang kita dapat? saya juga tidak tahu.. hehe (n_n)v

Pengalaman saya memang mengatakan demikian, “Ilmu itu tidak akan berkurang malah akan bertambah apabila kita membaginya kepada orang lain, inilah yang disebut bermanfaat”. Guru-guru saya pun juga sering berkata demikian. Logikanya gimana ya? kok nggak berkurang?

Klo saya sih berpikiran seperti ini, Seandainya kita mengajarkan atau membagi ilmu kita kepada orang lain, otomatis kita harus menguasainya terlebih dahulu. Nggak mungkin dong kita mengajarkan orang lain tanpa dari diri kita sendiri yang pertama kali memahami ilmu yang akan kita ajarkan. Ya nggak? Nah, dari  sanalah ilmu kita akan berkembang. Dari situlah ilmu kita itu bisa dikatakan bertambah dan bermanfaat

So, jangan takut deh untuk saling berbagi ilmu! Prinsip saya “Sepintar-pintarnya orang apabila ia tidak bermanfaat bagi sekitarnya sama seperti harimau tanpa taring”. Saya lebih menghargai orang yang biasa-biasa saja namun bermanfaat bagi sekitarnya daripada orang yang pintar namun hanya pintar untuk dirinya sendiri… Namun ingat! kita harus tetap mencari ilmu karena hukum mencari ilmu adalah wajib!

Utlubil ilmi minal mahdi ilal lahdzi
(Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s