Jalan-Jalan di Pagi Hari Dikejar Anjing Harder

Mau bercerita sekilas tentang masa kecil. Dahulu, saat masih berkutat di bangku sekolah dasar, setiap pagi hari setelah shalat subuh pada bulan ramadhan saya sudah berjalan-jalan. Tidak seperti anak kecil zaman sekarang yang mungkin masih kelonan sama bantal gulingnya. Jaman saya ketika itu berjalan-jalan dipagi hari sangatlah KEREN! HaHaHa…

Sepulang shalat subuh biasanya kami sudah berkumpul di depan rumah. Kami juga tak lupa untuk membawa perbekalan. Semacam bola untuk digiring, korek dan yang saat itu wajib dibawa adalah MERCON. Ya, klo nggak ada mercon nggak seru.

Saat itu mercon masih dijual bebas, tidak ada pembatasan seperti saat ini. Dahulu dengan uang 100 rupiah saya sudah bisa membeli mercon. Di toko-toko kelontong juga menjual bebas mercon. Dari yang mercon korek hingga mercon yang segede gajah.

Kami mulai berkeliling mengelilingi perumahan. Melewati gang demi gang. Dan seringkali kami menemukan buah mangga bekas gigitan kelelawar sudah terkulai lemas di atas aspal. Andaikan saat itu bukan waktu puasa, pasti sudah disikat habis. Oh ya. Dulu kami semua sangat memegang teguh puasa yang kami jalani. Meskipun cabe rawit, tapi menggigit bos. Kita nggak pernah mau jebol puasanya. Makannya sekarang saya sering heran jika bulan ramadhan puasa tiba banyak orang-orang yang dengan enaknya makan di siang bolong. Nggak muda, nggak tua, nggak laki, nggak wanita sama saja, berbuka di siang bolong tanpa rasa malu.

Satu kekonyolan kami saat itu adalah melempari bengkel mobil dengan mercon. Ya, kami sering melakukan hal itu.. (bukan untuk ditiru). Tentunya bukan tanpa alasan kami melempari bengkel itu dengan mercon. Kami melemparinya karena kami tertantang untuk mengusik ketenangan anjing harder. Guk Guk GUk..

Kebetulan hari itu 2 anjing yang ada didalam bengkel itu tidak nongol. Biasanya setiap kami lewat bengkel itu, pasti anjing itu sudah nongol dengan iler khas yang masih menggantung di kedua sisi mulutnya. GRrrrrrr..!! Kesempatan nih!

Tanpa pikir panjang kami bersepuluh mengeluarkan senjata pamungkas. MERCON. Nggak besar-besar kok. Mungkin sepanjang pensil yang telah dibagi dua bagian. Salah seorang dari kami mulai menyulut sumbu mercon tersebut. Satu persatu mulai kami lempar. 1 mercon, 2 mercon, 3 mercon, …. 10 mercon. Duar.. Duar.. Duar.. Blaaarrrr!!

Kami tertawa terpingkal-pingkal mendengar kedua anjing tersebut panik dan menggonggong tidak karuan. HaHaHa… Namun, belum puas kami tertawa tiba-tiba dibelakang kami ada sesosok makhluk muncul. Makhluk bertubuh gemuk dengan membawa tali. Kami perhatikan tali tersebut dari ujung tangan makhluk tersebut hingga ke ujung satunya. Ternyata… Kalian tau?? Ternyata Makhluk tersebut adalah pemilik bengkel tersebut. Apes! Dan yang lebih membahayakan lagi ternyata di ujung tali yang ia bawa, sudah bersiap-siap anjing harder mennyantap kami. Grrr….

“Hei, kalian ini nakal sekali ya!” “Kejar!!” sambil menunjuk ke arah kami dan melepas kedua anjing tersebut…

Lariiiii….!!! Larii..!!

Singkat cerita, kami semua selamat :). ada yang naik pohon, ada yang masuk sawah, ada yang ke kali, pokoknya nggak ada yang tertangkap salah satu diantara kami. HaHaHa… Goblok tuh anjing.. mungkin mereka bingung mau nangkep yang mana.. HaHaHa..

*Sekedar refresh otak saat puasa

I am very happy if you give comments. So, Let’s write down here!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s